oleh

Orasi di Depan Mahasiswa, John Tobing Serukan Perang Lawan Hoaks

YOGYAKARTA – John Tobing, aktivis 98 pencipta lagu ‘Darah Juang’ menyampaikan Orasi Kebangsaan di depan sedikitnya 100 mahasiswa anggota Aliansi Mahasiswa Jogja (AMJ), di Hotel Satya Nugraha, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (09/11/2018).

Dalam orasinya Tobing menyerukan agar mahasiswa menyatakan perang terhadapHoaks dan ujaran kebencian yang kian marak jelang Pemilihan Umum 2019,

“Mahasiswa milenial harus lebih progresif dari zaman saya, dengan karya nyata, berbuat yang terbaik. Hoaks dan ujaran kebencian sejatinya musuh mahasiswa dan rakyat Indonesia saat ini,” katanya saat menyampaikan Orasi Kebangsaan di hadapan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta.

Menurut Tobing, mahasiswa dizamannya melawan rezim otoriter ORBA (Orde Baru), karena kebebasan berpendapat sangat dibatasi. Selain itu, kata dia, era Presiden Soeharto,  akses media untuk menuangkan aspirasi juga ditutup oleh militer. Ia mengaku ciptakan lagu ‘Darah Juang’ pada tahun 1992 untuk mem-viral-kan semangat perlawanan rakyat Indonesia terhadap penindasan yang terjadi, karena saat itu belum ada Sosial Media (Sosmed),

“Tapi sekarang kebalikannya, kebebasan berpendapat tanpa batas, terutama melalui Sosmed, sehingga yang terjadi malah saling bertikai antar sesama anak bangsa. Kebebasan ekspresi kian tak terkendali, sehingga memunculkan berita bohong, hoaks dan ujaran kebencian,” tandasnya di hadapan sekira 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta peserta Orasi Kebangsaan.

Di sisi lain, Tobing menyoroti ditahun politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tak sedikit elit-elit politik yang justru sengaja memelihara berkembangnya hoaks dan ujaran kebencian, bahkan sengaja menciptakannya.  Fenomena tersebut, kata dia, harus dipahami  agar mahasiswa tidak terbawa arus untuk diadu domba antar sesama anak bangsa.

Sementara itu, Ketua AMJ, Abd. Waris mengungkapkan, Orasi Kebangsaan dengan mengundang orator tunggal John Tobing diselenggarakan bekerjasama dengan organisasi mahasiswa daerah, yaitu Keluarga Mahasiswa Sumenep Yogyakarta (KMSY) dan Keluarga Mahasiswa Pamekasan Yogyakarta (KMPY).

Menurutnya  Tobing adalah sosok aktivis senior yang namanya tak lekang oleh waktu. Maha karyanya, lagu Darah Juang telah menjadi lagu pemersatu gerakan mahasiswa selama ini,

“Tak heran saat sesi dialog dibuka, kawan-kawan sangat antusias menyampaikan pertanyaan kepada Om Tobing. Harapannya dari beliau kita mendapatkan suntikan semangat untuk melawan segala bentuk propaganda dan upaya memecah belah persatuan bangsa seperti hoaks dan ujaran kebencian, apalagi menjelang tahun politik 2019 ini,” ujarnya.

Dikatakan Waris, selain orasi kebangsaan, dalam kesempatan yang sama AMJ juga menyampaikan sikap kebangsaan menghadapi maraknya hoaks dan ujaran kebencian jelang pemilu 2019. Pernyataan sikap tersebut menurutnya perlu untuk dilakukan demi mencegah potensi disintegrasi bangsa dan ancaman terhadap Pancasila sebagai ideologi Negara,

“Kami Aliansi Mahasiswa Jogjakarta siap mendukung dan siap berperan aktif menjaga Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta bekerjasama dengan segenap komponen bangsa Indonesia untuk menjaga dan menjamin rasa aman, tentram serta damai dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Pada akhir acara, Tobing yang sebenarnya masih dalam masa penyembuhan paska terkena stroke, melakukan perform (pertunjukan) menyanyikan lagu-lagu inspiratifnya sembari memetik gitar.

Tiga judul lagu ia bawakan, yaitu Tanah, Pak Dul dan Darah Juang. Ketiga lagu tersebut merupakan potret realitas  rakyat Indonesia, dimana di negeri yang kaya raya ternyata tak sedikit yang hidup dalam kemiskinan dan ketertindasan.  (yan) 

News Feed