oleh

Eddy Ganefo Sebut 4 Tahun Terakhir Perekonomian Indonesia Makin Kuat

JAKARTA- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Eddy Ganefo menilai fundamental ekonomi Indonesia sampai saat ini masih cukup kuat dalam menahan gejolak dari ketidakpastian global.

Menurutnya, sudah banyak pencapaian yang dirasakan. Diantaranya pencapaian makro ekonomi nasional, keadilan ekonomi dan sosial serta kemandirian ekonomi.

Selain itu, eddy menambahkan, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang serta pengelola pembangunan, terutama dari sisi fiskalnya.

Eddy mengatakan Indonesia dalam empat tahun terakhir ini masuk dalam zona stabilisasi harga yang standarnya itu sudah seperti negara maju.

“Ini seperti era baru ekonomi Indonesia,” ungkap Eddy saat ditemui di Kadin Indonesia. Senin (22/10).

Lebih lanjut ia merinci, hal itu ditopang dari inflasi yang bisa dipertahankan di bawah 4 persen. Layaknya negara di Eropa, inflasi tidak pernah nyaris di atas 5 persen, angka inflasi merupakan wujud berhasilnya pemerintahan Jokowi dalam menghadapi harga pangan dan membangun rantai pasok yang efisien.

“Dengan inflasi yang rendah, maka masyarakat diuntungkan karena pendapatannya tidak akan tergerus dengan harga yang meningkat. Bahkan dari sisi produsen pun, di tengah inflasi yang rendah ini, masih bisa berekspansi. Sebab, pemerintah memberikan berbagai insentif,” ujar Eddy.

Sejatinya, inflasi merupakan indikator penting hampir semua negara. Pasalnya, jika inflasi rendah, maka tingkat suku bunga juga bisa rendah. Sehingga bisa mengerek investasi.

“Kalau investasi naik maka potensi pertumbuhan ekonomi juga bisa tercapai,” ujar dia.

Pemerataan ekonomi juga sudah dilakukan pemerintah lewat pembangunan infrastruktur. Hal itu dilihat dari 223 proyek strategis nasional (PSN) yang terletak di seluruh Indonesia. Yakni sebanyak 53 proyek (Rp 545,8 triliun) di Sumatera, 89 proyek (Rp 995,9 triliun), Sulawesi 27 proyek (Rp 308,3 triliun), Kalimantan 17 proyek (Rp 481 triliun), Bali dan Nusa Tenggara 13 proyek (9,4 triliun), Maluku dan Papua 12 proyek (464 triliun), dan 12 proyek dan tiga program nasional (1.345,7 triliun).

“Pemerintah semata-mata melakukan hal itu karena ingin menciptakan ekonomi yang adil,” kata Eddy.

Bahkan dengan begitu, ia meyakini apa yang dilakukan pemerintah saat ini bisa menjadi warisan terbesar yang bisa dirasakan masyarakat dalam 25 tahun mendatang. (FKV)

News Feed