oleh

Ketum ASPHURINDO : Paket Pariwisata Inbound Terkendala Infrastruktur

Jakarta – Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Indonesia memiliki banyak potensi pariwisata yang tersebar luas dari Sabang sampai Merauke. Pariwisata halal menjadi salah satu daya tarik dalam industri pariwisata di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggaran Haji, Umrah dan In-bound Indonesia (ASPHURINDO) Magnatis Chaidir mengatakan Industri pariwisata inbound masih terkendala infrastruktur. Hal ini menyebabkan kurangnya minat dari para wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.

“Memang infrastruktur ini berdampak luar biasa di pariwisata. Contoh, saya ada tamu inbound dari Jepang, mereka akan kirim 3 ribu wisatawan secara bertahap ke Raja Ampat, semua oke, harga oke, semua oke, terakhir mentok di satu hal, rumah sakit. Mereka nanya, rumah sakitnya apa disana?, transportasinya kalau ada emergency gimana, apakah ada helikopter?. Saya jeblok disitu, akhirnya g jadi,” kata Magnatis saat ditemui Majalah rindu Kabah di acara Pelatihan dan Sertifikasi Tour Leader, di Jakarta.

Menurut Magnatis, hal ini sangat disayangkan, mengingat visi misi pariwisata di Indonesia khususnya wisata halal sedang di dorong oleh pemerintah.

“Sebenarnya potensi daerah sangat banyak manakala infrastrukturnya bagus,” ucap Magnatis.

Menurut Magnatis, sepuluh destinasi wisata halal di Indonesia yang menjadi primadona selalu dikampanyekan oleh ASPHURINDO untuk menarik wisatawan datang ke Indonesia. Seperti Lombok misalnya, ASPHURINDO sendiri sudah banyak memasukan inboun ke Lombok, begitu juga tempat wisata yang lain seperti Aceh, Makassar, Sumatera Barat maupun pariwisata di Jawa.

“Sebetulnya negara-negara lain, seperti Arab untuk berkunjung ke Eropa udah bosan, ke Bangkok udah bosan, mereka ingin menjelajah ke Indonesia cuma mereka tau di Indonesia kelemahannya infrastruktur. Jalan masih berdebu, g nyaman, cuma kalau kekayaan alamnya, budayanya, g ada yang menandingi Indonesia, ini potensi luar biasa,” ucap Magnatis.

Menurut Magnatis, kerjasama yang sudah terjalin antara Kementerian Pariwisata dengan negara-negara GCC (Gulf Cooperation Council) seperti Arab Saudi, Kuwait, UEA, Qatar, Bahrain dan Oman perlu ditingkatkan lagi. Pasalnya, mereka menargetikan akan mengirim sepuluh ribu wisatawan datang ke Indonesia.

“Inbound itu dampak positifnya terutama daerah-daerah yang menjadi tempat wisata, liat aja Lombok dan Bali, karena kunjungan wisatawan, mereka berbeda perolehan rata-rata penghasilannya dengan daerah lain. Artinya disitu ada kehidupan yang lebih meningkat,” pungkas Magnatis.

News Feed