oleh

Arab Saudi Cabut Aturan Visa Progresif Lima Tahun

Jakarta – Pemerintah Arab Saudi resmi mencabut aturan terkait pemberlakukan visa progresif lima tahun untuk jamaah umrah.

Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan umrah Republik Indonesia (AMPHURI) H. Imam Bashori membenarkan adanya kabar tersebut. Menurutnya pemberlakukan visa progresif lima tahun sekarang menjadi dua tahun atau kembali pada peraturan sebelumnya.

“Semula 5 tahun namun sekarang hanya 2 tahun yang kena visa progresif yaitu yang berangkat umrah 1438 Hijriyah,” jelas H. Imam Bashori kepada Majalah Rindu Kabah, Minggu (7/10/2018).

Menurutnya, hal ini merupakan kabar gembira karena bisa meringankan beban jamaah Indonesia, sekalipun belum semua kebijakan terbebas dari visa progresif.

“Harapan kami visa progresif dihilangkan untuk meningkatkan jumlah jamaah umrah. Sebenarnya hilangnya progresif meningkatkan devisa Arab Saudi karena tidak sedikit calon jamaah umrah yang membatalkan keberangkatan umrahnya karena terkena progresif,” kata H. Imam yang juga pemilik Travel Multazam Utama ini.

Sebagai informasi, pada 14 September 2018 lalu, Pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan baru visa progresif dari sebelumnya dua tahun menjadi lima tahun. Penetapan visa progresif lima tahun ini dikenakan bagi jamaah yang sudah umrah sejak tahun 2013 dan ingin melaksanakan ibadah umrah lagi tahun 2018 maka akan dikenakan tambahan visa progresif.

Artinya, bagi jamaah umrah yang berangkat lagi dalam rentang waktu lima tahun setelah melakukan umrah akan dikenakan tambahan biaya sebesar 2.000 Riyal atau sekitar Rp 8 juta dengan kurs rupiah. Kini aturan tersebut kembali kesemula yaitu visa progresif bagi jamaah umrah yang berangkat dua tahun lalu.

News Feed