Keluarga Merupakan Madrasah Pertama Anak

  • Bagikan

Oleh: Teguh Yuliandri Putra, M.Pd. (Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNIMUDA SORONG)

“Baik menjadi orang penting, tetapi yang lebih penting adalah menjadi orang baik”(Hoengeng Iman Santoso: 1924)

Memulai dari kalimat yang dirujuk diatas, menjadi sentra pola pikir yang menarik, ketika keluarga dijadikan poin penting dan dasar tolak ukur dari perkembangan peradaban masa yang akan datang. Keluarga pada dasarnya, menjadi pondasi utama dalam melahirkan generasi-genarasi baik di masa yang akan datang.

Menjadi madrasah (sekolah akhlak) pertama bagi anak-anak menjadi tanggungjawab dari keluarga masing-masing. Baik dan buruknya karakter anak tergantung dari pola didikan orang tua di dalam silsilah keluarganya.

Melalui keluarga, perisai akidah akhlak akan terbentuk secara natural. Perlu disadari bersama keluarga adalah unit terkecil dalam gugus sebuah bangsa.

Sinerginya adalah, Bangsa yang baik tidak akan terlepas dari masyarakat yang baik, masyarakat yang baik tidak akan terlepas dari keluarga yang baik. Oleh sebabnya, keluargalah yang memegang peranan yang penting dari silsilah peradaban.

Berangkat dari salah satu ayat Al-Qur’an yang memerintahkan agar kita selalu  jagalah diri kalian dan keluarga-keluarga kalian dari siksa api neraka. Ayat ini menegaskan bahwa keluarga yang memainkan peranan untuk membentuk karakter baik dari anak-anak mereka sebelum tumbuh dewasa dan turun di tengah-tengah masyarakat luas.

Bukankah kita pahami bersama, bahwa suatu masyarakat tidaklah tentu homogen terkait suku, bahasa, karakter, agama, dan budaya. Inilah yang dikatakan dalam al-Quran bahwa untuk melindungi diri anak dari segala bentuk karakter negatif perlulah dilakukan beberapa kiat-kiat. Bentuklah karakter dasar tauhid anak, mengenali anak kepada sang Khaliq sejak usia dini menjadi pokok dan landasan bagi pembentukan karakter spiritual anak.

Melalui keluarga yang baik, maka akan lahirlah anggota-anggota masyarakat yang berkualitas baik dan berkarakter. Tidak banyak, para orang tua menganggap bahwa sekolah umum menjadi bangku pertamanya dalam membentuk karakter, bisa jadi orang tua zaman sekarang lebih mengutamakan kualitas pendidikan umum bagi anak-anaknya ketimbang mengutamakan kualitas pendidikan keluarganya.

Banyaknya pengaruh ekternal yang muncul dan menggerus tatanan norma sosial masyarakat, salah satu contoh pengaruh Gadget pada keintiman sebuah keluarga, banyak kasus yang terjadi bahwa keluarga zaman sekarang lebih suka berinteraksi dengan dunia gadgetnya dibandingkan berinteraksi dengan anggota keluarganya. Alhasil, anak-anak didikan seperti ini akan lebih membentuk sisi kepribadian negatif seorang anak di masa yang akan datang.

  • Bagikan