oleh

Pentingnya Mewujudkan Impian Anak-Anak Bangsa

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Anak-anak merupakan generasi penerus dan calon pemimpin bangsa. Oleh karena itu, anak-anak Indonesia harus sehat, tangguh dan memiliki cita-cita yang tinggi.

Yayasan Sayangi Tunas Cilik – mitra Save the Children (YSTC), Lembaga Daya Dharma (LDD), beserta belasan organisasi lain yang tergabung dalam Jaringan Proklamasi Anak Indonesia (PAI) memperingati dan merayakan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 dalam Festival Suara Anak (FSA) di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (28/7/2018) kemarin.

FSA kali ini membawa semangat yang diwujudkan dalam tema “Tinggikan Impianmu!”. FSA diselenggarakan dengan tujuan untuk menginspirasi dan menyemangati anak-anak agar menempuh pendidikan setinggi mungkin, serta mengikat komitmen organisasi dan para orang tua untuk mendukung cita-cita anak. Apalagi dalam penelitian yang dilakukan oleh YSTC tahun 2017, ada 5 juta anak usia sekolah yang tidak bersekolah atau putus sekolah.

“Kemiskinan, perkawinan anak, buruh anak, malnutrisi dan disabilitas antara lain yang menjadi penyebabnya,” kata ketua panitia acara Evie Permatasari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/7/2018).

Menurutnya, FSA kali ini merupakan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya diadakan tahun lalu bertepatan dengan Hari Anak Nasional dan Hari Anak Perempuan Indonesia dengan Kunjungan Kampus untuk anak-anak perempuan di Jabodetabek. Pada acara kali ini, anak-anak yang selama ini didampingi oleh YSTC, LDD, Gugah Nurani Indonesia (GNI), SAPA Indonesia berfestival di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sesuai dengan tema meninggikan impian, acara akan dibuka dengan lomba menghias layang-layang dan menerbangkannya bersama-sama. Apalagi saat ini banyak anak yang tidak berani bercita-cita tinggi karena tidak terinspirasi oleh orang-orang di sekelilingnya. “Kami yakin jika mendapatkan inspirasi yang tepat, serta dukungan dari orangtua, lingkungan dan pemerintah, maka anak-anak juga akan berani bermimpi tinggi. Tugas kita sebagai orang dewasa untuk mewujudkannya,” tegasnya.

FSA kal ini juga digelar berbagai lomba kreatif seperti lomba menghias topeng yang didahului dengan workshop dari Bumi Kardus, lomba menulis puisi dan lagu yang akan dibimbing oleh Dewi Nova dan Adang. “Anak-anak dari Rawa Elok, Muara Angke Eceng, Muara Angke Empang, Cilincing, Marunda Pitung, Marunda Kongsi dan Marunda Kepu yang berusia 7 – 15 tahun ini.

Lebih dari 300 anak yang hadir di acara ini juga dapat mengikuti berbagai kegiatan lain seperti Zumba untuk anak, tarian massal atau yang biasa disebut flashmob dengan menggunakan musik dari Sumatra Barat, belajar tentang pertolong pertama jika terjadi kecelakaan, dll. Sementara untuk orangtua yang hadir di acara ini, workshop membuat kopi yang dipersembahkan oleh Djawon Kopi dapat mereka ikuti. Selain itu, ada juga diskusi mengenai bagaimana kita semua dapat berperan untuk mewujudkan cita-cita anak melalui pendidikan.

Selina Patta Sumbung, Ketua Pengurus YSTC mengatakan bahwa pendidikan adalah hak anak harus diupayakan sekuat tenaga untuk didapatkan, sehingga tidak ada satu anakpun yang tidak bersekolah karena keterbatasan yang dimiliki. “Anak-anak dengan disabilitas, pekerja anak, anak yang dikawinkan dan hamil sebelum menginjak usia 18 tahun, anak dari daerah konflik, mereka semua berhak untuk sekolah. Adalah tugas kita sebagai orang dewasa, sebagai lembaga yang bergerak di bidang pemenuhan hak anak, untuk mendorong berbagai pihak mewujudkannya.” katanya.

Sedangkan Adelina sebagai voluntir acara menambahkan anak Indonesia harus sehat dan gembira agar dapat belajar dengan tenang dan tangguh dalam menggapai cita-cita yang diimpikannya. Aktivis sosial cantik ini juga berpesan agar anak lebih banyak bermain di alam bersama teman – teman sebayanya serta membatasi penggunaan gadget.

News Feed