oleh

Pondok Al-Kahfi Gelar Diskusi Terkait Konflik di Palestina

KEBUMEN, SiaranIndonesia.com – Pesantren tertua se Asia Tenggara Al-Kahfi Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah menggelar diskusi bertema “Untold Story and Rethinking: Israel and Palestine” atau mengurai cerita-cerita di balik layar dan memikirkan kembali diskursus tentang konflik Israel dan Palestina, terutama atas Jerusalem belakangan ini pada Sabtu siang (28/07/2018). Diskusi ini mendatangkan narasumber dari Hebrew University of Jerusalem Mrs. Mirjam Lucking.

Diskusi ini dalam rangka acara rutinan Departemen Interkultural Pesantren (AID), di even Al-Kahfi Student Day. Kegiatan ini merupakan serangkaian mini even memasuki tahun ajaran baru menuju mega even Al-Kahfi Intercultural Festival ke-4 yang akan diselenggarakan 27 dan 28 April 2019 mendatang.

Registrasi peserta diskusi “Untold Story and Rethinking: Israel and Palestine” di komplek Pondok Al Kahfi Somalangu, Kebumen

Ketua AID Ahmad Nur Islah menyebut acara ini adalah upaya pesantren untuk merespon kegelisahan atas konflik yang terjadi di Jerusalem. “Santri-santri sudah banyak berdiskusi dengan kawan-kawan dari Palestina, dan kali ini giliran upaya tabayun, cara yang ditempuh pesantren untuk melihat peristiwa ataupun masalah dan polemik dari pelbagai sudut pandang, bukan dari sudut pandang Palestina saja. Untuk itu, Mrs. Mirjam Lucking Phd dari Hebrew University of Jerusalem kita ajak berdiskusi dengan santri-santri sehingga kita tahu bagaimana sebenarnya sikap pihak Israel dalam kasus Jarusalem dan sebagian besar konflik yang terjadi di sana,” ungkap Ahmad Nur Islah pada sela-sela acara diskusi.

Ia juga menambahkan, diskusi ini sebagai wujud sikap pesantren Al-Kahfi Somalangu dalam memberikan perhatian yang serius terhadap saudara-saudara Muslim di Palestina. Selain itu, juga saudara berbeda keyakinan yang larut dalam konflik.

diskusi “Untold Story and Rethinking: Israel and Palestine” di komplek Pondok Al Kahfi Somalangu, Kebumen.

“Intinya, kami percaya setiap agama mengajarkan kedamaian, apapun agamanya, tidak ada agama yang berdiri untuk mengusik perdamaian manusia lainnya. Yang ada di Jerusalem adalah konflik yang dirawat, ditunggangi oleh kepentingan politik yang serakah,” tegas Ahmad Nur Islah.

Dalam kesempatan tersebut, selain Mirjam, ada juga kawan dari Maroko dan Jerman yang siap berbagi pengetahuan dan berdiskusi terkait Jerusalem. Mereka sangat antusias untuk mengikuti diskusi-diskusi di Al-Kahfi Somalangu Kebumen ini.

News Feed