oleh

Fuad Bawazier: Jika Utang Negara dan BUMN Digabung Sudah Mencapai Lebih dari Rp 9.400 T

Jakarta — Mantan menteri keuangan Fuad Bawazier mengingatkan kepada publik bawah utang negara tidak/ belum termasuk utang BUMN dengan rincian utang negara pada saat ini (2018), sekitar Rp 4.175 Triliun belum termasuk utang BUMN dengan jumlah sekitar Rp 5.253 Triliun sekarang

Yang oleh pemerintah utang BUMN ini diklasifikasikan sebagai utang swasta.

“Dalam beberapa kali kesempatan dan diskusi-diskusi saya selalu mengingatkan bahwa dalam pengertian utang negara tidak/belum termasuk utang BUMN” ujarnya. (8/6/2018)

Jika utang pemerintah dan BUMN ini di gabung sudah mencapai lebih dari Rp9400Triliun atau sekitar 67% dari PDB. Tetapi sebagian besar Utang BUMN itu adalah utang perbankan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) yang sudah mempunyai aturan main tersendiri sehingga layak bila di pisahkan dari utang negara. Sedangkan utang BUMN yang benar benar dari pinjaman sekitar Rp2000Triliun.

Sebagai seorang ekonom, Fuad paham betul Bahwa Pemisahan utang BUMN dari Utang negara adalah cara Pemerintah mengecilkan beban utang negara. Faktanya, jika BUMN Gagal bayar maka kemungkinan besar utang tersebut akan jadi beban APBN, untuk itu ia meminta agar Pemerintah sebaiknya mencatat utang BUMN 2000 triliun sebagai utang negara.

“Bila utang /pinjaman BUMN yang Rp2000T ini dimasukkan sbg utang negara, maka jumlah Utang Negara adalah Rp4175T plus Rp2000T atau totalnya Rp6175T atau 44% PDB” pungkasnya.

News Feed