oleh

Institut Lentera Indonesia dan BEM Banyuwangi Gelar Dialog Deradikalisasi

BANYUWANGI, SiaranIndonesia.com – Institut Lentera Indonesia bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi  gelar dialog deradikalis dengan tema “Mencegah Radikalisme dalam Menegakan Keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia” di ruang pertemuan F4 Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Rabu (31/01/2018).

Hadir sebagai pemateri diantaranya Kepala Pusat Studi Pancasila Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi  Hary Priyanto, ST., M.si dan Ketua komunitas Bela Negara cabang Banyuwangi Febry Syahputra. Radikalisme, dikatakan  Hary Priyanto, ST., M.si, disebabkan oleh munculya Provokasi yang sering di munculkan oleh rasa keadlian yang belum dirasakan oleh sebagaian masyarakat atau kelompok masyarakat.

“Terjadinya radikalisme itu disebabkan oleh beberapa aspek, yaitu aspek soisal, aspek emosi, aspek kultural, aspek ideologis anti westernsme,” katanya.

Hal senada juga ditegaskan Febry Syahputra, bahwa hal penting melawan radikalisme itu dengan cara memahami dan menerapkan rasa toleransi dan rasa Nasionalisme yang sangat tinggi yang tidak ada penindasan atas kaum minoritas. Dijelaskan, karna sifat dan sikap ini yang akan tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

“Hanya rasa Nasionalisme dan patriotisme yang kuat yang akan tetap menjaga keutuhan  NKRI,” sambungnya.

Adapun terkait deradikalisasi, menurut Hary Priyanto, ST., M.si., tidak sekedar kebutuhan untuk hidup aman, tetapi juga bagaimana pola menjaga keutuhan Bangsa dan Negara ini.

Ratusan peserta dari sejumlah kampus di Banyuwangi pun terlihat antusias mengikuti dialog tersebut. Hadir diantaranya mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, mahasiswa Universtas PGRI Banyuwangi (UNIBA), mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (POLTEK) dan mahasiswa Kampus UNAIR Banyuwangi.

News Feed