Siaran Indonesia

Syam Resfiadi Soal Asphurindo: Kita Sudah Serahkan Bukti Baru

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 16:19
  • / 18 Rabiul Uula 1439
Syam Resfiadi Soal Asphurindo: Kita Sudah Serahkan Bukti Baru

Perseteruan antara dua kubu kepengurusan Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan In-Bound Republik Indonesia (Asphurindo) antara Syam Resfiadi dan Magnatis Chaidir, hingga saat ini masih belum berakhir alias belum ada putusan final. Masing-masing kubu, baik itu Asphurindo Kubu Syam Resfiadi ataupun Asphurindo Kubu Magnatis menganggap dirinya paling benar dan optimis akan menang.

Ketua Umum Asphurindo versi Syam Resfiadi mengatakan, pihaknya hanya sekedar menjalankan proses hukum yang berlaku. Ia menyerahkan sepenuhnya soal konflik Asphurindo kepada pengadilan untuk memutuskan dengan seadil-adilnya.

“Iya saya juga hanya menjalankan proses hukum yang berlaku. Kita lihat saja hasilnya seperti apa bukti-bukti baru sudah kita serahkan, bila masih tidak dianggap sebagai bukti kami hanya pasrahkan kepada Allah SWT,” kata Syam Resfiadi saat dihubungi Majalah Rindu Kabah, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Menurut Syam, persoalan Asphurindo harus dilihat secara utuh. Bukan hanya masalah Asosiasi, tetapi juga persoalan pidana.

“Karena dalam kasus ini bukan karena adanya salah pengertian atau masalah internal Asosiasi tapi adanya unsur pidana dalam proses keluarnya akte mereka yang menggunakan hasil Munaslub palsu dengan memalsukan tanda tangan para peserta,” jelasnya.

Syam yang juga Direktur Patuna Travel ini mendoakan semoga orang yang berkonflik dengan dirinya dibukakan pintu hati dan dibimbing oleh Allah SWT. “Semoga Allah SWT melindungi dan menolong Hamba Allah SWT yang berada di jalan yang lurus. Aamiin,” kata Syam.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum Asphurindo versi Magnatis Chaidir, Hafidz Taftazani menegaskan dirinya optimis akan menang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) sebagaimana menang di PTUN.

“Menurut hemat kita ya enggak mungkin lah kubu Syam akan dimenangkan, masa sekarang PT TUN akan menghancurkan PTUN dan akan mengobok-obok Kemenkumham kan tidak mungkin. Jadi menurut saya keputusannya g mungkin jauh dari sebelumnya. Namun demikian, kita tidak berbicara soal kemenangan, nanti kami juga akan menata dengan muktamar yang baik dan benar,” kata Hafidz kepada Wartawan di Jakarta.

Hafidz mengatakan bahwa Kementerian Agama sudah mengakui bahwa kepengurusan Asphurindo yang sah, yang formal dan yang legal adalah Asphurindo di bawah kepemimpinan Magnatis setelah adanya keputusan PTUN.

 

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional