Siaran Indonesia

Poempida: Golkar Perlu Dipimpin Orang Yang Berintegritas!

  • Rabu, 29 November 2017 | 13:11
  • / 10 Rabiul Uula 1439
Poempida: Golkar Perlu Dipimpin Orang Yang Berintegritas!

Sebagai seseorang yang pernah menjadi fungsionaris Partai Golkar dan sebelumnya pernah mendeklarasikan “Satu Hidup Satu Partai” merasa semakin sedih jika melihat kondisi perkembangan di Golkar. Hal itu diungkapkan Politikus Golkar yang juga Anggota DPR RI 2009-2014.

“Prediksi saya dalam melihat Proses Penghancuran Golkar pun ternyata terbukti. Karena memang sejak awal saya sudah pernah sampaikan bahwa memang ada agenda sistemik pelemahan partai politik, terutama untuk Golkar,” kata Poempida, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Mengapa demikian?, dia menjelaskan, ada beberapa hal yang membuat Golkar menjadi ketidaksukaan pihak tertentu. Yaitu Golkar adalah Partai Warisan Orde Baru. Kedua, Golkar selalu berada dalam lingkaran kekuasaan.

“Ketiga, Golkar adalah partai yang sangat demokratis, mengendalikannya harus melalui suatu proses demokratis yang kadang membutuhkan upaya yang keras dan waktu yang panjang. Keempat, banyaknya Kader-kader berpengaruh baik di pusat maupun di daerah,” jelasnya.

Kemudian banyaknya masalah hukum menimpa kader-kader Partai Golkar.
Alasan selanjutnya, kata dia, Golkar selalu mempunyai peran signifikan dalam proses politik apa pun. Golkar juga memiliki basis pemilih dan pendukung tradisional maupun rasional yang signifikan.

“Poin-poin di atas inilah yang menjadikan daya tarik bagi pihak-pihak tertentu untuk melemahkannya. Anehnya, elit-elit Golkar tidak begitu menyadari keberadaan masalah tersebut. Bahkan terkesan tidak solid dan selalu berpotensi menjadi suatu konflik internal yang lebih jauh menjadi suatu krisis,” terang Poempida.

“Krisis harus ditangani dengan suatu metodologi yang cepat, tegas, solid dan terintegrasi. Golkar tidak dapat lagi berkaca pada kejayaan masa lalunya. Karena zaman sudah berubah. Cara berpikir generasi milenial dalam menyikapi perilaku para pemimpin/calon pemimpin sudah berubah paradigmanya,” tambahnya.

Untuk krisis kali ini, dia menegaskan, Golkar harus melihat fakta-fakta yang ada. Berdasarkan survei yang akan dirilis dalam waktu dekat oleh Orkestra – Organisasi Kesejahteraan Rakyat elektabilitas Partai sudah menyentuh angka 7 persen saja. Hal ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan dan berpotensi menempatkan Golkar menjadi Partai Kecil.

“Solusi Krisis yang dibutuhkan adalah membangun solidaritas internal yang solid yang dipimpin oleh sekelompok sosok yang kredibel, kapabel dan berintegritas. Kepemimpinan perorangan dapat dikatakan tidak lagi efektif. Diperlukan suatu kepemimpinan Kolektif (tetap dipimpin oleh seorang Ketua Umum yang berintegritas) yang kompak dan berorientasi dalam menjaga dan membesarkan Partai. Saya melihat potensi rebounce dari krisis ini masih ada,” terang Poempida.

“Nasib Partai ini akan ditentukan dalam Munaslub yang mudah-mudahan dapat dilaksanakan secepatnya. Saya pribadi menghimbau agar politik praktis berbasis transaksi harus dihindarkan. Agar Golkar tidak kembali terbelenggu kepada masalah-masalah yang sama. Tragedy of the commons, kalau dalam bahasa sistemnya. Selamat menyelesaikan krisis!,” tutup Poempida Hidayatulloh.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional