Siaran Indonesia

Dinyatakan Hilang, Anggota KIP Kab Aceh Tenggara Dilaporkan ke DKPP

  • Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:48
  • / 19 Muharram 1439
Dinyatakan Hilang, Anggota KIP Kab Aceh Tenggara Dilaporkan ke DKPP

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Budiman Pasaribu, anggota KIP Kab Aceh Tenggara diadukan oleh rekannya yakni ketua dan anggota KIP Kab Aceh Tenggara. Pasalnya, Teradu telah menghilang sejak tanggal 21 Mei 2017. Menurut para Pengadu, Budiman tidak memberikan kabar keberadaannya hingga detik ini baik kepada rekan-rekannya di KIP Kab Aceh Tenggara juga kepada keluarganya. Dia juga tidak melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai anggota KIP Kab Aceh Tenggara. Dedy Mulyana Selian, ketua KIP.

Kab Aceh Tenggara bersama dua anggota lainnya yakni Fitriyana dan Sudirman mengaku melaporkan Budiman ke DKPP setelah berkonsultasi dengan KIP Aceh dan KPU RI.

Lebih jauh dia juga menjelaskan tentang kronologi hilangnya Budiman. Menurutnya, Teradu diketahui menghilang sejak kegiatan Rapat Evaluasi Pilkada Aceh Tahun 2017 yang diselenggarakan di Kota Subussalam. Dedy menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari istrinya Teradu sudah berangkat terlebih dahulu, namun ternyata tidak sampai di lokasi.

“Pada tanggal 20 Mei malam, anggota kami ibu Fitria singgah di rumah bapak Budiman Pasaribu untuk mengajak beriringan berangkat ke kota Susbussalam. Namun, istrinya menginformasikan bahwa bapak Budiman sudah berangkat duluan antara tanggal 16 atau 17 Mei dari rumah. Namun, informasi ini kami dapatkan setelah dari kegiatan rapat Evaluasi Pilkada Aceh Tahun 2017 pada tanggal 21 sampai 23 Mei 2017. Manakala pak Budiman sama sekali tidak hadir pada acara itu. Dan dipastikan, ketika dihubungi lewat HP juga tidak aktif,” terang Dedy.

“Saya memang terpisah dengan ketua dan berangkat duluan. Pak ketua meminta saya untuk singgah di rumah pak Pasaribu, jadi saya singgah. Ketika saya singgah ada istrinya di rumah, dia menyampaikan kalau suaminya sudah duluan. Saya pikir duluan itu maksudnya satu jam sebelum saya. Saat itu saya tidak terfikir untuk bertanya lebih lanjut, ” imbuh Fitriyana.

Teradu, yakni Budiman diketahui menghilang setelah dia tidak hadir dalam kegiatan rapat di kantor usai kegiatan rapat evaluasi di kota Subusslam. Berawal dari Fitriya yang menghubungi istri dari Budiman untuk menanyakan keberadaan Teradu karena nomornya tidak aktif. Menurut Fitriya, istri dari Teradu juga tidak tahu keberadaan dari suaminya karena dia menganggap suaminya masih bertugas dengan rekan-rekannya di kota Subusslam. Hingga kemudian, Rivaldo anak dari Teradu melaporkannya ke polisi.

Fitriya mengungkapkan bahwa sebelum Teradu menghilang, dia melihatnya gelisah. Teradu bercerita kepadanya kalau sedang memikirkan ancaman dari tetangga yang ingin membunuhnya karena disebut sebagai provokator. Selain itu, dia mengaku sudah terlanjur menerima DP penjualan mobilnya sebesar 5 juta rupiah, padahal dia tidak ingin menjualnya. Hal itu diungkapkannya dalam sidang DKPP yang diketuai oleh Alfitra Salamm dengan didampingi Prof Muhammad dan Tim Pemeriksa Daerah wilayah Aceh. Selain itu, Fitriya juga menjelaskan tidak ada masalah pribadi dengan anggota lainnya.

Dalam sidang pemeriksaan yang dilakukan dengan vidcon ini antara ruang sidang DKPP di Jakarta dengan ruang sidang di kantor Bawaslu provinsi Aceh, juga menghadirkan Yessy selaku anak dari Teradu. Dengan terisak, Yessy menjelaskan bahwa ayahnya telah hilang sejak bulan Mei 2017.

“Kontak terakhir dengan Papa seminggu sebelum tanggal 23 Mei. Papa selalu rutin menghubungi kita seminggu sekali. Tapi sebelum tanggal 23 beliau tidak ada kontak lagi dan kami hubungi juga tidak aktif. Hingga sekarang belum aktif juga,” kata Yessy.

“Saya sedang mempersiapkan pernikahan di bulan Juli, sehingga komunikasi kita intens minimal sekali seminggu telepon untuk mempersiapkan Juli 2017 itu,” imbuhnya.

Terhadap perkara nomor 118/DKPP-PKE-VI/2017 ini, sebelum menutup sidang, Alfitra meminta istri dari Teradu dihadirkan pada pemeriksaan selanjutnya.

“Kita sudah mendapatkan keterangan dari putri bapak Budiman Pasaribu, KIP Aceh sebagai pihak terkait dan KIP Kab Aceh Tenggara. Berdasarkan ketentuan Pedoman Beracara Pasal 24 ayat 2 Jika Teradu tidak hadir pada sidang pertama, maka akan diselenggarakan kembali sidang kedua. Maka, Kami mohon untuk dihadirkan juga istri dari Teradu dalam sidang kedua,” tutupnya.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional