Siaran Indonesia

Kwarnas Gerakan Pramuka Gelar Bedah Buku Kepemimpinan Era Digital

  • Rabu, 16 Agustus 2017 | 21:03
  • / 23 Djulqa'dah 1438
Kwarnas Gerakan Pramuka Gelar Bedah Buku Kepemimpinan Era Digital

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) akan menggelar bedah buku berjudul UNBOSS karya Lars Kolind dan Jacob Botter di Gedung Sarbini, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, pada Kamis 17 Agustus 2017 pukul 14.00 WIB.

Buku ini menarik karena mengupas model kepemimpinan baru. Konsep Unboss membalik paradigma lama tentang bisnis dan manajemen. Misalnya, tujuan dari sebuah kepemimpinan dalam bisnis selayaknya bukanlah soal laba sebesar-besarnya, tetapi visi sosial dan kontribusinya terhadap masyarakat.

“Unboss adalah sebuah gerakan, bukan hanya perspektif baru, yang cocok diterapkan untuk generasi milenial saat ini. Kolaborasi, misalnya, menurut konsep Unboss lebih penting dari kompetisi,” demikian bunyi penjelasan singkat buku terbitan Renebook ini.

Lebih dari itu, dalam buku ini juga akan dijelaskan bagaimana cara memimpin di era digital. Menurut penulis, perusahaan atau organisasi yang menerapkan konsep Unboss terbukti lebih cepat berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman, misalnya, Wikipedia, Google, LEGO, Twitter dan Gerakan Pramuka.

“Buku ini juga mengenalkan konsep kecerdasan baru, yaitu kecerdasan berjejaring (NQ, Network Quotient),” jelasnya penulis.

Dijelaskan juga bahwa generasi sekarang, baik disebut generasi digital atau milenial, membutuhkan jenis kepemimpinan baru yang sesuai dunia mereka. Sebuah perusahaan tak lagi bisa dijalankan dalam hierarki yang kaku. Mindset bos-karyawan diganti menjadi relasi setara. Lokasi kerja tak lagi terpatok oleh kungkungan geografis.

“Tujuan perusahaan pun tak semata-mata mencapai laba sebesar-besarnya, tetapi mewujudkan visi sosial yang manfaatnya luas bagi publik. Rantai birokrasi dan manajemen organisasi yang berbelit dipupus demi efektivitas kerja,” terang Lars.

Buku ini akan dikupas habis dengan menghadirkan tiga pemateri, yakni Kepala Pusdiklatnas Gerakan Pramuka Kak Suyatno, Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Renbangma Kak Marbawi, Direktur Paramadina Public Policy Institute Abdul Rahman Ma’mun, dan dimoderatoti Direktur Eksekutif Komunikonten, Kak Hariqo Wibawa Satria.

Penulis sendiri diketahui adalah seorang yang aktif di organisasi kepanduan. Keduanya menulis model kepemimpinan masa depan yang diambil dari praktik kepemimpinan yang diajarkan di Pramuka. Karenanya, bedah buku ini sangat menarik diikuti oleh Pramuka dan masyarakat yang ingin mengetahui lebih dalam tentang model kepemimpinan era digital.

Sebagai informasi, saat ini Kwarnas tengah mengadakan kegiatan Raimuna Nasional XI di Cibubur sampai 21 Agustus 2017 yang diikuti 15.000 peserta dari 34 Provinsi dan 514 kota/kabupaten. Bukan hanya untuk peserta Raimuna, bedah buku dan diskusi publik ini juga dibuka untuk umum.

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional