Siaran Indonesia

Dipadati Aktivis Mahasiswa, PLN Minta Kritik dan Saran Produktif

  • Sabtu, 12 Agustus 2017 | 16:39
  • / 19 Djulqa'dah 1438
Dipadati Aktivis Mahasiswa, PLN Minta Kritik dan Saran Produktif
Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka, dalam Dialog dan Lomba Jurnalistik PLN, Kamis (10/08/2017)

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Ratusan  aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia memadati aula Pre Function PLN Pusat. Mereka terlihat antusias mengikuti dialog yang diselenggarakan PT PLN (Persero) yang mengangkat tema, “Kerja Bersama Terangi Indonesia”, kamis (10/08/2017).

Dialog yang diselenggarakan, sebagai salah satu langkah PLN mengajak aktivis mahasiswa untuk turut serta menyikapi sejumlah isu yang beredar di media sosial (medsos). Dikatakan Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka, informasi yang beredar di medsos agar diteliti terlebih dahulu kebenarannya, khususnya terkait dengan PLN. Hal itu penting, menurutnya, agar aktivis mahasiswa tidak terjebak dalam informasi yang keliru. Terkait PLN, ditegaskan, bisa cek-ricek ke PLN langsung.

Meskipun demikian, diakui I Made, upaya menerapkan kinerja PLN dalam menjalin hubungan baik antara Pemerintah dengan masyarakat secara umum, dibutuhkan kritik dan saran. Dijelaskan, kritik dan saran agar sesuai dengan proporsinya. Tentunya, harapnya, dalam memberikan kritik dan saran, akan lebih baik sebelumnya meminta informasi asli (A1) ke pihak PLN. Dipaparkan, agar kritik dan saran yang diberikan ke PLN benar-benar produktif. Lanjutnya, karena kritik dan saran yang produktif dapat menjadi acuan dasar PLN untuk melakukan Evaluasi.

“Maka, tujuan utama PLN untuk memberi kehidupan yang lebih baik yang sesuai dengan slogannya tersebut dapat terlaksana,” tambah I Made di hadapan sedikitnya 150 aktivis mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut, PLN yang berselogan “Listrik Untuk Kehidupan yang Lebih Baik” ini, diungkapkan I Made, saat ini sedang melakukan program besar terkait penerangan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dijelaskan, hanya saja proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan seksama.

“Program panjang. Agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan,” tegasnya.

Dipaparkan, salah satu program pemerintah yang mulai digarap, diantaranya program pembangkit listrik 35.000 Mega Watt. Diungkapkan juga, program ini direncanakan untuk rampung pada tahun 2019. Dalam dialog tersebut, selain I Made Suprateka, juga hadir sebagai narasumber Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero) Benny Marbun dan Kepala Seksi TTL dan Subsidi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan KESDM David Fernando Silalahi

 

Kontributor: Aqib Bachmid

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional