oleh

Ini Faktor Obesitas pada Anak

SiaranIndonesia.com – Orang tua cenderung senang ketika memiliki anak yang gemuk. Anak gemuk adalah anak yang sehat dan menggemaskan nampaknya menjadi stereotipe positif. Namun, bagaimana jika anak terlalu gemuk atau obesitas?

Obesitas adalah salah satu permasalahan keseimbangan gizi. Secara umum, penyebab obesitas adalah ketimpangan jumlah gizi yang masuk ke dalam tubuh dengan jumlah yang dibutuhkan. Keadaan seseorang dipastikan obesitas atau tidak, dapat diketahui melalui uji indeks masa tubuh. Untuk anak-anak, jika persentasenya di atas 95, maka anak tersebut termasuk obesitas.

Obesitas dapat membahayakan kesehatan. Beberapa di antaranya adalah gangguan jantung, sistem imun terganggu, gangguan pernafasan, diabetes bahkan bisa mengalami depresi.

Apa saja faktor yang menyebabkan anak menjadi obesitas?

1. Kurangnya aktivitas fisik
Aktivitas fisik dapat diartikan sebagai pergerakan tubuh, contohnya olahraga. Olahraga adalah kegiatan yang melibatkan kinerja otot, sehingga ada sejumlah kalori yang terbakar. Jika aktivitas fisik rendah, maka asupan energi ke dalam tubuh lebih tinggi daripada yang melakukannya secara rutin. Untuk anak-anak, aktivitas fisik yang menyenangkan seperti berjalan, bersepeda, bermain bola, atau berenang bisa menjadi pilihan.

2. Jarang mengonsumsi serat
Sumber serat bisa didapatkan pada sayur-mayur dan buah-buahan. Serat berfungsi untuk mengurangi asupan lemak dan garam, sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah peningkatan berat badan. Berdasarkan PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang), dalam sehari minimal konsumsi sayur dan buah adalah 3 porsi. Sehingga, kurangnya konsumsi sayur dan buah dapat meningkatkan risiko obesitas.

3. Asupan energi berlebihan
Segala sesuatu yang berlebih tidaklah baik, termasuk konsumsi makanan yang mengandung gula dan karbohidrat. Anak-anak senang sekali dengan makanan seperti es krim, permen, cokelat, kue, dan junk food. Gula dan karbohidrat dapat dikonversi menjadi energi, namun jika konsumsinya terlalu banyak, maka akan menimbun lemak. Dalam jangka panjang, timbunan lemak mengakibatkan pertambahan berat badan.

4. Riwayat obesitas orang tua
Penelitian oleh Sartika dari Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, menunjukkan bahwa riwayat obesitas orang tua berhubungan dengan genetik anak dalam mengalami obesitas. Faktor genetik berhubungan dengan pertambahan berat badan, indeks massa tubuh, lingkar pinggang dan aktivitas fisik. Jika ayah atau ibu menderita obesitas, maka kemungkinan anak mengalami obesitas adalah 70-80%.

 

 

Laporan: Indriyani

News Feed