Angkot di Bogor Bebas Dari Rokok

  • Bagikan
BOGOR, SiaranIndonesia.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menciptakan angkot-angkot di Kota Bogor bebas dari asap rokok. Ada 16 angkot dengan gambar mural yang mengingatkan masyarakat agar tidak merokok di dalam angkot karena banyak penumpang lain yang tidak nyaman dengan hal itu.
Salah satu angkot jurusan Ciparigi Pasar Bogor ada gambar mural dengan puntung rokok bersama lima orang masing-masing 3 orang pria dan dua orang wanita dengan hastag #SuaraTanpaRokok dan tulisan stop rokok di bagian paling bawah gambar.
Ada juga tulisan asapmu menyiksa kami sebagai ungkapan keluhan dari penumpang angkot yang ingin bebas asap rokok di dalam angkot.
Kabid Kesmas pada Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, dalam rangka HTTS di Kota Bogor tahun ini difokuskan di angkot. Yakni, bagaimana meningkatkan kepatuhan di angkot. Karena evaluasi dari Dinkes untuk di angkot masih rendah tingkat kepatuhannya.
“Kami membuat percontohan 16 gambar di angkot dengan tipe mural, yang berisikan pesan-pesan rokok. Sudah beredar angkotnya dan bisa dilihat oleh masyarakat Kota Bogor, pesannya gamblang disampaikan,” ungkapnya Selasa (30/5) siang.
Ia melanjutkan, tanggal 1 Juni 2017 dilakukan pendeklarasian kembali angkot untuk patuh pada Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pihaknya juga mendorong masyarakat agar berani menegur dan melaporkan kalau ada yang tidak patuh KTR.
“Ada parade 16 angkot yang sudah ada gambar muralnya, dari Balaikota Bogor ke SSA lawang salapan kembali lagi di Balaikota Bogor. Ada festival mural juga anti rokok di kawasan tugu kujang. Ada bagi-bagi takjil juga kepada penumpang angkot,” tambahnya.
Ditekankan Erna, agar sopir komitmen berani menegur penumpang dan sopirnya sendiri tidak merokok di dalam angkot. Tingkat kepatuhan angkot sebesar 41 persen dan ditargetkan 90 persen lebih untuk tahun 2017.
“Kesadaran masyarakat sangat penting mendukung gerak aparat penegak KTR. Apalagi ribuan angkot, masa harus disidak oleh beberapa orang. Untuk Tipiring dan sidak masih jumlahnya minim, mengawasi dengan jumlah petugas yang tidak seberapa sangat sulit. Jumlah tipiring hanya 7 kali dalam setahun, kami lewat media untuk membangun kepedulian KTR ini,” tutupnya.
  • Bagikan

Comment