Ini Curhatan Warga Rembang Terkait Pabrik Semen Indonesia

  • Bagikan

JAKARTA, SiaranIndonesia.com Mayoritas warga Rembang, Jawa Tengah (Jateng) mendukung pabrik semen milik Semen Indonesia (SMGR). Setidaknya, presentase penyokong pendirian pabrik semen tersebut mencapai 95 persen. Artinya, hanya 5 persen warga yang kontra karena menjadi korban hasutan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Alasan warga mendukung kehadiran pabrik itu karena memberi banyak manfaat. Mendatangkan manfaat dan kesejahteraan warga ketimbang dampak buruk. Efek positif itu membuat warga ring satu mendesak pengoperasian pabrik tersebut untuk disegerakan.

”Lebih banyak yang mendukung. Warga dari Desa Pasucen, Tegaldowo, Kadiwono, Kajar dan lainnya, 95 persen tidak menolak,” tutur Anis Maftuhin, jurubicara masyarakat pendukung pendirian pabrik Semen.

Pengurus Forum Kyai Muda se-Jateng itu melanjutkan, tidak ada alasan untuk menolak pendirian pabrik. Itu karena lebih banyak manfaat ketimbang efek buruk. Jadi, bilang Gus Anis sapaan akrab Anis Maftuhin, warga sekitar pabrik semen tidak keberatan. ”Penolak pabrik hanya segelintir. Itu juga dari Pati, Belora dan bukan dari warga Rembang,” ulas Gus Anis.

Kalau ditilik secara saksama sambung Gus Anis, terkait persoalan lingkungan, sejatinya banyak yang masih tersembunyi. Misalnya, penambangan yang sudah ada sejak beberapa tahun sebelumnya. Penambangan tradisional itu harusnya juga dipersoalkan kalau mau peduli pada lingkungan. ”Anehnya, warga digerakkan kala Semen Indonesia secara legal mendirikan pabrik,” tegasnya.

Kepala Desa Pasucen, Salamun mengaku warganya merasakan manfaat langsung atas kehadiran pabrik Semen Indonesia. Di mana, saat ini masyarakat mudah mengakses aksis air bersih. ”Alhamdulillah, sudah dibikinin pipa air oleh Semen Indonesia,” seru Salamun.

Atas dasar itu, warga sambung Salamun mendukung pendirian pabrik dan berharap segara beroperasi. Selain air bersih, warga juga telah mendapat beragam manfaat lain. Misalnya, menciptakan ruang kerja dan mengurangi pengangguran.

”Ibu-ibu juga bisa membuka usaha cathering, laundry dan mendapat pelatihan keterampilan kerja,” beber Sumindar warga Desa Kajar.

  • Bagikan

Comment