oleh

Suku Sasak, Lambang Kekayaan Tradisi Indonesia

LOMBOK, SiaranIndonesia.com – Benar kata orang bahwa Indonesia kaya akan pusparagam bahasa, budaya dan tradisi. Pusparagam tradisi itu, membuat kita mengenal suku sasak. Suatu suku yang tinggal di Pulau Lombok, terletak di timur pulau Bali dan dipisahkan oleh selat Lombok.

Pulau Lombok adalah kampung halaman suku sasak. Di pulau ini, ada lima kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Timur, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Tengah. Sebanyak 80 persen suku sasak tinggal di pulau ini.

Ada keunikan dari suku sasak. Keunikan pertama dalam tradisi pernikahannya. Dalam tradisi suku ini, pernikahan dilaksanakan dengan cara calon suami menculik si calon istri. Kawin culik ini tentu juga ada aturannya, baik calon suami maupun calon istri harus mematuhi aturan atau adat yang berlaku. Inilah satu-satunya penculikan yang dilegalkan.

Teknisnya, sebelum kawin culik ini berlangsung, calon istri harus memilih satu pasangannya. Mereka akan membuat kesepakatan kapan penculikan, misalnya, itu bisa dilakukan. Kesepakatan ini harus menjadi rahasia agar penculikannya tidak gagal atau dicegal. Entah itu yang mencegal adalah orangtua calon istrinya atau rivalnya yang memang sama-sama ingin menyuntingnya.

Jika orangtuanya tidak setuju anaknya menikah, orangtuanya baru boleh bertindak untuk menjodohkan anak gadinya dengan pilihan mereka. Keadaan demikian disebut sebagai pedait.

Jika memang orangtuanya tidak setuju dengan pernikahan itu, maka sebelum anak perempuannya itu diculik atau mendengar selentingan kabar bahwa anaknya akan diculik, biasanya anaknya itu akan dilarikan ke tempat famili yang jauh dari desa calon suami. Begitupun sebaliknya.

Keunikan lainnya ialah, soal agama yang dianut. Menurut penuturan salah satu warga, agama yang dianut oleh warga suku sasak adalah Islam. Mereka juga sama seperti umat Islam lainnya, mendirikan shalat lima waktu, berpuasa, dsb.

Nah, ini berbeda dengan para pendahulunya yang menganut Islam Wetu Telu. Istilah Islam Wetu Telu diberikan karena memang penganut kepercayaan ini beribadah tiga kali di bulan puasa, yaitu waktu Magrib, Isya, dan waktu Subuh. Di luar bulan puasa, mereka hanya satu hari dalam seminggu melakukan ibadah, yakni pada hari Kamis dan atau Jumat, meliputi waktu Asar. Untuk urusan ibadah lainnya, dilakukan oleh pemimpin agama mereka: para kiai.

Rumahnya juga tidak kalah uniknya. Rumahnya berdenah persegi, hanya memiliki satu pintu, dan tidak memiliki jendela. Rumahnya biasanya hanya digunakan untuk tempat memasak dan tidur, karena mereka jarang menghabiskan waktunya di dalam rumah. Untuk tidurnya misalnya, anak laki-lakinya tidur di panggung bawah bagian luar, sedangkan anak perempuannya tidur di atas bagian dalam panggung.

Demikian beberapa keunikan dari suku sasak yang pernah reporter kunjungi pada Selasa, 11 Oktober 2016 lalu. Melihat langsung keunikan itu menjadikan kita percaya bahwa memang suku sasak adalah salah satu lambang kekayaan tradisi Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Reporter: Samsul Arifin

Komentar

News Feed