oleh

PLN sebut evaluasi tender PLTGU Jawa 1 kelar pekan ini

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Setelah menyelesaikan evaluasi ‎teknis dan administrasi beberapa hari lalu, akhirnya PT PLN (Persero) merampungkan evaluasi harga untuk tender proyek PLTGU Jawa 1 hari ini. ‎Pada proyek Pembangkit berkapasitas 2X800 MW ini, PLN telah mendapatkan peserta yang menawarkan harga terendah (the lowest bidder). ‎

Informasi yang beredar di kalangan pemain ipp. (Independent power producer) menyebutkan jika konsorsium PT Pertamina lah yang memberikan harga penawaran terendah untuk proyek tersebut. Dalam proyek ini, BUMN migas ini berpartner dengan Marubeni dan Sojits.

Kemarin, ‎Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso‎ memang mengatakan bahwa pihaknya tengah menjalani tahapan guna menentukan pemenang tender PLTGU Jawa 1.‎
“Hasil evaluasi akan diumumkan minggu ini,” ujarnya saat ditemui di pameran listrik yang digelar di JHCC, Jakarta.

Iwan juga membeberkan kriteria konsorsium yang dibolehkan untuk mengikuti tender pengadaan pembangkit listrik dalam proyek 35.000 MW. “‎Pengembang yang benar, kompeten dan memiliki kemampuan keuangan yang baik,” katanya.

Sementara, untuk lahan dalam proyek yang menelan dana hingga Rp Rp 26 triliun ini, PLN menyerahkan sepenuhnya kepada pemenang tender. Apakah akan dibangun di lahan reklamasi atau memiliki lahan sendiri.

“Permasalahan lahan diserahkan ke pengembang,” tegasnya.

Selanjutnya, PLN dijadwalkan mengumumkan pemenang tender PLTGU Jawa 1 awal Oktober 2016. PLN saat ini menyeleksi empat konsorsium perusahaan yang mengikuti tender pembangunan PLTGU Jawa I.

Selain konsorsium Pertamina-Marubeni-Sojits, terdapat tiga konsorsium lainnya yang mengikuti tender yakni konsorsium Mitsubishi Corp-JERA-PT Rukun Raharja Tbk-PT Pembangkitaan Jawa Bali (anak usaha PLN), konsorsium PT Adaro Energi Tbk-Sembcorp Utilities PTY Ltd, konsorsium PT Medco Power Generation Indonesia-PT Medco Power Indonesia (keduanya merupakan anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk)-Kepco-dan Nebras Power.‎

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) diminta transparan dalam menilai efisiensi mesin pemenang tender proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap dan Gas (PLTGU) Jawa 1. Perusahaan pelat merah tersebut diminta untuk membeberkan parameter dan indikator yang digunakan dalam proyek berkapasitas 2×800 Mega Watt (MW) ini.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, meminta PLN lebih profesional dalam menyelesaikan tugas yang masuk dalam megaproyek 35.000 MW ini.

Sesuai Request for Proposal dari PLN yang dibuat konsultan Ernst&Young sebagai kuasa PLN untuk melelang pekerjaan PLTGU Jawa 1, rencana titik serah listrik bisa dilakukan di dua titik, yaitu Muara Tawar dan Cibatu Baru (dekat dengan Cilamaya), Karawang. Dua titik serah ini telah mempertimbangkan efisiensi pembangunan PLTGU.

 

Editor: Don

Komentar

News Feed