Ratusan Pimpinan Pesantren Alumni Gontor Rapatkan Barisan Hadapi MEA

  • Bagikan

TANGERANG, SiaranIndonesia.com – Sejumlah pengasuh pesantren dari alumni Gontor mengaku siap menghadapi pasar bebas Asean (MEA). KH. Abdul Aziz, pimpinan pesantren Madina, Lampung, menegaskan, pesantren selama ini telah berusaha untuk mempersiapkan diri menghadapi MEA, yang tentunya harus terus di upgrade. Pesantren harus kreatif dan makin kreatif, bisa mengembangkan potensi daerahnya.

‘Penting, pesantren untuk memperbanyak dan mengembangkan dunia marketing yang baik,’ paparnya, Sabtu (23/01/2016)

Hal ini senada juga dikatakan KH. Hasri Daya Zulkifli, Pesantren Alhira, Batu Sangkat, Padang, bahwa para kiai atau pimpinan pesantren alumni Gontor, saat ini mau tidak mau harus siap menghadapi MEA. Dikatakan, inilah salah satu alasan diadakannya Silaturahmi Nasional (Silatnas) Kiai atau Pimpinan Pesantren Alumni Gontor, membangun iklim semangat bersama, yaitu upaya kolektif untuk bisa lebih kreatif lagi agar bisa bersaing dengan negara lain.

‘Santri harus bias memberikan sumbangsih bagi negara,’ tegasnya.

KH. Musthofa Hadi Chirzin, Ponpes Madinatun Najah, kalimukti, Pabedilan, Cirebon mengaku acara Silatnas ini membantu mempersamakan persepsi tentang dunia pesantren dalam banyak hal, termasuk menghadapi MEA. Ia mengaku bersyukur alumni gontor dirasanya cukup dewasa sehingga diharapkan bias menjadi contoh bagi teman-temannya yang tidak nyantri.

Kegiatan acara silaturahmi seperti ini, KH. Ahmad Syukri Pondok Pesantren Modern Al-Mathiriah, Sumatera Selatan, mengharapkan ini bisa berlangsung secara kontinyu tiap tahun. Sehingga persepsi dan kematangan kolektif kian meningkat.

‘Hal ini agar alumni Gontor yang baru saja lulus bisa meneruskan senior-seniornya, agar bisa membangun karakter bangsa yang lebih baik,’ paparnya.

KH. Golib, Pondok Pesantren Husnayain Salulebbo, Mamuju Sulawesi Barat di tengah-tengah acara tersebut, juga menegaskan acara Silatnas ini sesuai porsi pesantren yaitu membina anak bangsa dan membela untuk keutuhan NKRI.

Hadir dalam Silatnas yang berlangsung dari Jumat sampai Minggu (22 – 24 Januari) 2016, ada sekitar 350 Kiai dan Pimpinan Pesantren alumni Gontor. Silatnas juga dalam rangka kesyukuran 90 tahun (1926-2016) yang didirikan KH. Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasy yang kemudian dikenal dengan istilah Trimurti.

Gontor saat ini memiliki 20 pesantren yang tersebar di Indonesia; 13 kampus pondok putra dan 7 kampus pondok putri. Pondok Modern Darussalam Gontor yang saat ini berdiri di Jawa, Sumatera dan Sulawesi dengan jumlah guru dan santri sekitar 25.405 orang, serta mengelola Universitas Darussalam Gontor (UNIDA), dengan jumlah mahasiswa sekitar 2.684 orang. Selain itu, hingga saat ini 283 pesantren telah terdaftar sebagai Pesantren Alumni Gontor, yaitu pesantren yang dikelola para alumni Gontor, dan beberapa pesantren masih dalam tahap pendataan atau belum mendaftar.

 

  • Bagikan

Comment