DKPP Siap Lindungi Penyelenggara Pemilu

  • Bagikan

PALU, SiaranIndonesia.com – Terkait banyaknya penyelenggara pemilu yang dijatuhi sanksi pemberhentian tetap di seluruh wilayah Indonesia yaitu sejumlah 336 orang sejak awal berdirinya DKPP hingga tahun 2015 ternyata menjadi trauma tersendiri bagi KPU dan Panwas. Hal tersebut terungkap dalam FGD kelas A yang bertempat di ruang Edelweis Hotel Swiss-Belhotel, Jl. Malonda No. 12, Silae Kota Palu Jumat, 20/11.

“Penyelenggara pemilu jangan melihat DKPP sebagai “momok” atau malaikat pencabut nyawa karena yang diberhentikan oleh DKPP hanya sebagian kecil dibandingkan penyelenggara pemilu yang direhabilitasi. Jangan takut yang penting benar,” ujar Prof. Anna Erliyana saat menjawab pertanyaan peserta FGD.

“Tumbuhkan kesadaran, itu lebih baik daripada sekedar ditakut-takuti. Pahami betul bahwa penyelenggara pemilu bekerja sebaik mungkin, hingga proses pemilu yang telah berlangsung menghasilkan sepasang pemimpin daerah yang bisa membawa daerah itu ke arah yang lebih maju, lebih beradab dan melahirkan pemimpin yang peduli kepada rakyat,” tambahnya.

Menurut Prof Anna meskipun Provinsi Sulteng tidak masuk ke dalam kategori provinsi dengan jumlah aduan terbanyak hal itu bukan berarti bahwa penyelenggara pemilu di provinsi tersebut lantas bekerja dengan tidak baik. “Jangan takut jika diadukan ke sidang DKPP, DKPP akan melindungi penyelenggara pemilu yang bekerja sesuai aturan,” tegasnya.

“Sukses KPU adalah sukses Panwas dan sukses Panwas adalah juga sukses KPU, karena itu penyelenggara pemilu harus bekerjasama,” pungkasnya. []

  • Bagikan

Comment