oleh

Kartini HMI Endah Cahya Immawati: “Para Kandidat Adalah Kader Terbaik”

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Menjelang Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke 29 di Pekanbaru, Riau, Ketua Umum Korps HMI Wati (KOHATI) PB HMI Endah Cahya Immawati mengaku bahagia dengan banyaknya kalangan yang mau maju sebagai kandidat untuk Ketua Umum PB HMI. Menurutnya, fenomena demikian memperlihatkan apabila dinamika keorganisasian di tubuh HMI berjalan dengan baik.

“Adanya banyak kandidat yang maju sebagai ketua umum PB HMI, ini membuktikan pengkaderan di HMI berjalan secara baik. Ini sangat membanggakan. Sulit dibayangkan jika tidak ada yang mau maju,” papar kandidat perempuan satu-satunya di kongres HMI ke 29 ini.

Kartini HMI, sapaan akrab Endah Cahya Immawati di kalangan aktifis HMI ini, juga mengaku bersyukur dirinya bisa bersanding dengan para kandidat terpilih. Menurutnya, hal itu sebagai kebahagiaan tersendiri.

“Para kandidat ini orang-orang pilihan di HMI. Mereka orang-orang terbaik HMI. Saya merasa bahagia bisa bersanding dengan para saudara-saudara saya para terbaik di HMI. Terlebih sepertinya saya sebagai satu-satunya kandidat perempuan. Saya merasa berterimakasih dengan mereka yang ikhlas atas kehadiran saya yang tidak seberapa ini bisa bersanding dengan mereka,” tambahnya.

Penyuka sejarah para pejuang perempuan ini seperti Cut Nya Dien, Kartini, dan para pejuang perempuan-perempuan yang lain ini juga menjelaskan, perbedaan pendapat dalam organisasi sebagai dinamika yang sehat. Menurutnya, organisasi yang produktif harus diciptakan iklim perbedaan.

“Perbedaan pendapat seperti gagasan dan konsep dalam oraginasi, itu bentuk kesuksesan. Jadi perbedaan bukan untuk disingularismekan, melainkan terus dipupuk agar menjadi perbedaan yang produktif,” tambahnya.

Perihal menyambut pemilihan ketua umum PB HMI, ia berharap semua kandidat agar menjauhi kampanye hitam. Menurutnya, memunculkan black campaign sama halnya menciptakan budaya kotor di organisasi.

“Semua kandidat adalah orang-orang pilihan. Jadi saya harap semuanya jangan menghinakan diri dengan melacurkan diri melakukan kampanye hitam. Mari jaga marwah HMI. Kita memiliki visi yang besar, jadi jangan terjebak hasyrat kecil yang nista. Terlebih, usia seseorang tiada yang tahu, jangan sampai masuk neraka gara-gara menebar fitnah untuk kongres, lalu meninggal dunia. Naudzubillahi mindzalik,” terangnya.

Ia juga mengharap, seluruh kandidat agar fokus menjelaskan secara baik tentang program serta visi dan misinya kepada para calon pemilih, bukan mencitrakan buruk tentang kandidat lain. Mencitrakan buruk kandidat lain, kata Endah, itu sama halnya kandidat tersebut memiliki kualitas yang rendah, serta menunjukkan apabila pribadi kandidat tersebut atau karakter tim dari kandidat itu rusak.

“Saya juga berharap, para pemilih nanti jangan memilih kandidat atau tim dari suatu kandidat tertentu yang menjelek-jelekan kandidat lain. Yang seperti itu adalah para perusak HMI, bermental kotor. Jadilah semua sebagai ksatria, bukan penghianat aktivis,” kata aktivis idealis ini yang baru saja mendapat penghargaan sebagai Aktivis Perempuan Mahasiswa Terinspiratif 2015 oleh Indonesian Inspiring Women Network.

Ia menjelaskan, kampenye hitam diantaranya membuat citra buruk kandidat lain tanpa bukti, melainkan isu yang terus diulang-ulang dan disebar secara masif. Termasuk kampanye hitam, bila ada kandidat lebih banyak mengupas kandidat lain dari pada menawarkan ide atau gagasan, konsep, visi dan misi dirinya sebagai kandidat.

“Mau diapakan dan dikemanakan HMI ini? HMI saat ini sudah merosot, jadi jangan justru makin dirusak. Mari kita bangun HMI bersama,” pungkasnya.

[Harumkan HMI] Peraih Penghargaan "Aktifis Perempuan Mahasiswa Terfavorit 2015" Endah Cahya Immawati oleh Indonesian Inspiring Women Network.
[Harumkan HMI] Peraih Penghargaan “Aktifis Perempuan Mahasiswa Terfavorit 2015” Endah Cahya Immawati oleh Indonesian Inspiring Women Network.

Komentar

News Feed