Gus Wahyu NH Aly: Pemerintah Biadab Jika Pembuat Meme Hina Jokowi Ditangkap

  • Bagikan

YOGYAKARTA, SiaranIndonesia.com – Ketua Umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly menilai suatu kebiadaban apabila pemerintah menangkap pembuat meme yang dinilai menghina Presiden RI Joko Widodo. Menurutnya hal itu sebagai penghianatan terhadap demokrasi Pancasila. Ia mengatakan, jika presiden sebagai simbol, maka rakyat adalah Negara. Menurutnya, lebih menyakitkan hidup tertindas seperti hidup dalam kemiskinan, dari pada sekedar dihina tapi hidup bergelimang harta dan penuh kekuasaan.

“Biadab jika pemerintah seperti itu. Kecuali rakyat sudah dalam kondisi baik. Baik disini, itu terpenuhi kebutuhan pokok mereka. Kebutuhan pokok itu, terpenuhi sandang, pangan, papan, dan pendidikan hingga perguruan tinggi. Tapi jika masih ada masyarakat yang tidak terpenuhi salah satu atau semua kebutuhan pokok tersebut karena faktor ekonomi, pemerintah tidak memiliki hak melakukan hal keji itu,” papar cucu KH. Abdullah Siradj Aly ini dalam acara Lawang Ngajeng, (01/11).

Gus Wahyu, sapaan akrabnya, juga mengatakan, rakyat memiliki hak untuk melakukan perlawanan jika pemerintah melakukan kebiadaban kepada rakyatnya. Karena, menurutnya, apabila pemerintah telah melanggar Pancasila dan Undang-Undang Dasar, rakyat memiliki kewajiban untuk mempertahankan Pancasila dan Undang-Undang walau harus menumpahkan darah.

“Rakyat boleh angkat senjata jika pemerintah berkhianat pada Pancasila. Rakyat boleh berperang dengan pemerintah jika menghianati Pancasila dan Undang-Undang Dasar. Itu rakyat yang nasionalis. Rakyat yang cinta NKRI. Rakyat tidak boleh membiarkan kebiadaban pemerintah, jika pemerintah membiarkan ketidakadilan. Termasuk, semisal jika ada orang yang terlalu kaya di negeri ini tapi justru ada yang terlalu miskin. Ini Negara Pancasila, harus bersih dari persoalan seperti ini,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini perlu dipertanyakan. Mengingat, katanya, saat di Indonesia banyak yang menganggur karena kesulitan mencari pekerjaan, pemerintah justru impor orang-orang dari Cina untuk dipekerjakan di Indonesia. Selain itu, pemerintah menurutnya, saat ini kurang memiliki kepekaan terhadap masyarakat miskin dan tidak beperndidikan karena faktor ekonomi.

“Jokowi itu ‘kan yang meminta di pilih karena membawa banyak janji. Janjinya mana? Menipu rakyat itu melanggar Pancasila, kok mau memenjarakan rakyat yang mempercayakan janji-janjinya. Kalau sampai terjadi, ini biadab. Mental biadab harus direvolusi,” tegasnya.

Meski demikian, Gus Wahyu NH Aly mengaku percaya Jokowi tidak akan bertindak sejauh itu. Menurutnya, revolusi mental sebagai salah satu program Jokowi yang dinilainya meniadakan arogansi.

“Tapi saya percaya, itu hanya isu. Saya baru mendengar dari kalian (red-pewarta), saya belum mendengar Jokowi akan melakukan itu. Apalagi program Jokowi itu revolusi mental, jadi tidak akan lah Jokowi melakukan hal seburuk itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat meme atau gambar-gambar lucu yang melecehkan Presiden.

Menurut Luhut, pemerintah tak segan melakukan penindakan jika menemukan meme penghinaan terhadap Presiden yang merupakan simbol negara.

“Sekarang kamu mau enggak saya lecehkan? Enggak mau kan? Ya sudah. Kalau kamu enggak mau, saya juga enggak mau, kan begitu, apalagi presiden, presiden kan simbol negara,” kata Luhut di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (26/10/2015).

  • Bagikan

Comment