Harumkan HMI, Peraih Penghargaan Aktivis Terinspiratif Endah C.I Anti Black Campaign

  • Bagikan

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Jelang pelaksanaan kongres organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke 29 di Pekanbaru, situasi politik di internal HMI kian memanas. Black campaign mulai bertebaran di tengah-tengah para kandidat calon Ketua Umum PB HMI yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menanggapi adanya berbagai isu kampanye hitam yang menyerang sejumlah kandidat yang muncul, Endah Cahya Immawati yang juga salah satu calon kandidat Ketua Umum PB HMI ini menilai, black campaign sebagai cara kampanye yang seharusnya tidak ada dalam dinamika demokrasi organisasi mahasiswa, khususnya HMI.

“Tujuan berorganisasi untuk kemaslahatan. Disayangkan sekali jika ada isu-isu black campaign menyambut kongres. Terlebih di tubuh HMI. Kalau punya tujuan yang baik untuk HMI ini, gunakankah cara yang baik pula,” katanya saat mendapat penghargaan sebagai Aktivis Perempuan Mahasiswa Terinspiratif 2015 oleh Indonesian Inspiring Women Network, di Jakarta, (31/10).

Kartini HMI, sapaan akrab Endah Cahya Immawati di kalangan kader-kader HMI ini juga menyampaikan, agar pihak-pihak yang terkena fitnah atau isu black campaign bisa menahan diri. Tidak merespon isu kampanye hitam secara berlebihan.

“Saya berharap, teman-teman yang terkena fitnah bisa menahan diri. Tidak meresponnya secara berlebihan. Kita tidak ingin menyambut kongres justru ada yang berurusan dengan aparat berwajib karena unsur fitnah,” tambahnya.

Perempuan yang dikenal idealismenya sebagai aktifis ini juga menegaskan akan memaafkan apabila ada pihak-pihak yang melakukan fitnah terhadap dirinya. Menurutnya, pemberian maaf tersebut sebagai wujud kepedulian menjaga kondusifitas menyambut kongres sekaligus memberikan pembelajaran politik sehat dan produktif.

Sosok yang mengidola banyak pejuang perempuan seperti Cut Nya Dien, Kartini, dan tokoh-tokoh pejuang perempuan yang lain ini, menegaskan juga bahwa pilihan dirinya menjadi aktifis untuk memiliki mental dan perilaku layaknya pejuang. Ia menilai, seorang pejuang harus memiliki kesabaran yang baik dan memiliki jiwa pemaaf. Sehingga menurutnya, menjadi pribadi yang membawa cita-cita baik harus dengan cara-cara yang baik.

“Secara pribadi, jika ada yang menfitnah saya, pasti saya maafkan. Saya maju sebagai kandidat ingin HMI ke depan lebih baik. Terlepas apapun hasilnya saya maju sebagai kandidat, saya harus memberikan pembelajaran politik yang sehat kepada keluarga besar HMI. Sekali lagi, saya memaafkan apabila ada yang menfitnah saya, dan saya melarang tim pemenangan saya melakukan black campaign yang sama,” tegasnya.

Endah yang juga Ketua PB  Korps HMI Wati (KOHATI) ini menuturkan, Kongres HMI adalah puncak kegiatan HMI tertinggi yang melibatkan pengurus HMI di seluruh Indonesia. Tujuannya, untuk mencari ketua umum yang mampu mengemban visi HMI  yaitu, terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab.

Karena itu, Endah mengajak forum Kongres HMI dijadikan sebagai wadah bagi kader HMI untuk belajar berorganisasi dengan baik sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi. Tentunya, lanjut Endah, pertarungan ide dan gagasan jauh lebih penting dibanding sibuk menyebar fitnah atau kampanye hitam.

“Jadikan kongres sebagai konsolidasi gagasan, ide, kelembagaan dan gerakan HMI, serta proses transisi kepemimpinan yang berintegritas dan berkualitas, maka ini menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga kongres agar berjalan dengan lancar dan berkualitas,” terangnya.

Ia juga menyampaikan selama berorganisasi ada ketidaksepahaman sebagai sesuatu yang lumrah. Menurutnya, hal itu justru sebagai wujud organisasi yang baik, terjadi dinamika demokrasi. Ia mengisahkan, ketika dirinya mengajak dan mengorganisir teman-teman perempuan HMI di Jogja untuk berjuang menghidupkan kembali KOHATI di Jogja yang telah dibekukan tahun 2000, ia mengakui mendapat kontra yang cukup kuat dari banyak pihak di kalangan HMI Jogja. Sehingga ia bersama teman-temannya berjuang keras, hingga akhirnya KOHATI HMI Jogja kembali hadir dan turut berkontribusi di HMI, khususnya di HMI cabang Yogyakarta.

“Ketidaksepahaman dalam berorganisasi itu wajar. Itulah demokrasi. Seharusnya kita bangga adanya perbedaan. Tinggal bagaimana mengelola perbedaan menjadi nilai yang positif,” pungkasnya.

Selama di HMI, Endah selain disebut sebagai Kartini HMI dan sosok yang idealis, juga dikenal dengan track record berorganisasinya yang sehat dan produktif. Sehingga, ia juga dikenal dengan jejaringnya yang kuat baik di Indonesia maupun di Asean. Ia pun di ASEAN mendapat predikat sebagai “Great Activist Women in ASEAN”

Sebelumnya, ia pernah menjadi Ketua Umum KOHATI Cabang Yogyakarta pada 2006.  Lalu, mahasiswa pasca sarjana jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Sebelas Maret Surakarta ini, di HMI juga tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum KOHATI Badko Jawa Tengah-DIY. Saat ini, ia dipercaya sebagai Ketua Umum KOHATI PB HMI pada Munas KOHATI ke XXI yang diadakan di Pondok Gede Jakarta 2013.

Aktifis Perempuan Mahasiswa Terfavorit 2015 Endah Cahya Immawati
Aktifis Perempuan Mahasiswa Terfavorit 2015 Endah Cahya Immawati
  • Bagikan

Comment