oleh

DPR Pertanyakan Hilangnya 17 Juta Ton Beras

JAKARTA, SiaranIndonesia.com – Komisi IV DPR mempertanyakan hilangnya 17 juta ton beras sepanjang 2014. Mereka meminta agar pemerintah dan Bulog memberikan penjelasan detil terkait permasalahan itu.

Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan mengatakan, data resmi pemerintah memperlihatkan produksi pada 2014 sebanyak 42 juta ton lebih. Sementara konsumsi masyarakat dengan jumlah 240 juta jiwa hanya 25 juta ton.

“Artinya, kita sudah surplus beras 17 juta ton. Tapi kenapa selama ini kita masih impor beras? Lalu kemana hilangnya dan siapa yang bermain,” tanya Daniel di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/1).

Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menduga beras yang diimpor oleh pemerintah selama ini diambilkan dari beras petani di dalam negeri. “Jangan-jangan yang kita impor adalah beras kita sendiri, hanya ganti baju,” ujarnya.

Dia menyebutkan, jumlah beras sebanyak 17 juta ton sama dengan Rp170 triliun. Karena itu, dirinya mempertanyakan raibnya beras tersebut. Dengan data itu , pemerintah harusnya dapat mengekspor.

“Kenapa selama ini kita terus melakukan impor beras. Apapun alasannya impor segera distop karena menghabiskan devisa dan merugikan petani kita,” tutur Daniel.

Tak hanya itu, terang Daniel, tahun ini pemerintah kembali akan melakukan impor. Padahal, pemerintah menargetkan produksi beras 10% dibanding 2014. “Kita juga akan minta penjelasan Bulog,” imbuhnya. AS

Komentar

News Feed